Minggu, 05 April 2020

TEORI MEKANIKA FLUIDA DALAM MEMENTUKAN FLOWPROSES PADA INDUSTRI OIL&GAS

Toeri makanikal proses fluida

MEKANIKA FLUIDA



      Subjek yang luas di dalam mekanika fluida secara umum dapat dibagi menjadi statika fluida di mana fluida  
dalam keadaan diam, dan dinamika fluida, di mana fluida bergerak. Kita perlu mendefinisikan dan membahas beberapa sifat fluida yang sangat berkaitan dengan perilaku fluida. Jelas bahwa fluida yang berbeda secara umum mempunyai sifat yang berbeda pula. Misalnya, gas-gas bersifat ringan dan dapat dimampatkan (mampu-mampat), sementara fluida cair berat (jika diperbandingkan) dan relatif tidak dapat dimampatkan. Untuk mengkuantifikasi perbedaan-perbedaan ini, beberapa sifat fluida digunakan. Sifat fluida tersebut antara lain :

1.1.1         Kerapatan (Density)

Kerapatan sebuah fluida, dilambangkan dengan huruf Yunani r (rho), didefinisikan sebagai massa fluida per satuan volume.
                                                                       


                                                                                (11)
Kerapatan biasanya digunakan untuk mengkarakteristikkan massa sebuah sistem fluida. Dalam sistem BG (British Gravitational System), r mempunyai satuan slugs/ft3 dan dalam satuan SI adalah kg/m3. Nilai kerapatan dapat bervariasi cukup besar di antara fluida yang berbeda, namun untuk fluida-fluida cair, variasi tekanan dan temperatur umumnya hanya memberikan pengaruh kecil terhadap nilai r. Perubahan kecil dalam kerapatan air dengan variasi temperatur yang besar yang diilustrasikan dalam Gambar 1.1. Dari gambar terlihat bahwa semakin tinggi temperatur air maka kerapatan air semakin berkurang. Kerapatan Air pada 4oC berharga 1000 kg/m3 dan kerapatan air menurun sekitar 958 kg/m3 pada temperatur 100oC.  Dengan demikian aktivitas kenaikan temperatur untuk satuan massa yang sama terhadap air akan memerlukan volume ruang yang lebih besar persatuan massa air apabila kenaikan temperatur yang besar.

Gambar 11. Kerapatan air sebagai fungsi temperatur

Nilai kerapatan beberapa fluida cair yang umum diberikan pada Tabel 1.1 dan 1.2. Tabel lebih lengkap untuk air dapat dilihat pada Lampiran (Tabel A.1 dan A.2).
Kerapatan air pada 60oF adalah 1.94 slugs/ft3 atau 999 kg/m3. Perbedaan yang besar dari kedua nilai tersebut menunjukkan pentingnya kita memperhatikan Satuan ! Tidak seperti fluida cair, kerapatan sebuah gas sangat dipengaruhi oleh tekanan dan temperaturnya.

1.1.1       Volume Jenis 

Volume jenis, n, adalah volume per satuan massa dan oleh karena itu merupakan kebalikan dari kerapatan-artinya :


    (12)
Sifat ini tidak sering digunakan dalam mekanika fluida, tetapi digunakan dalam termodinamika.

1.1.2       Berat Jenis

Berat jenis dari sebuah fluida, dilambangkan dengan huruf Yunani g (gamma), didefinisikan sebagai berat fluida per satuan volume. Berat jenis berhubungan dengan kerapatan melalui persamaan :

                                            
(1-3)
                
di mana g adalah percepatan gravitasi lokal. 

1                BAB I  DINAMIKA FLUIDA


1.1    Pendahuluan

Pembahasan sebelumnya berfokus pada kondisi fluida dalam keadaan diam. Namun, secara umum penggunaan fluida melibatkan pergerakannya dalam berbagai jenis. Dalam bab ini kita akan menyelidiki beberapa jenis gerakan fluida (dinamika fluida) dengan cara yang mendasar.
Dinamika fluida adalah bagian ilmu mekanika fluida yang menitikberatkan pada persoalan karakteristik aliran fluida dalam kondisi mengalir dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Karekteristik aliran tersebut meliputi energi dan sifat-sifat fluida.
            Untuk memahami febomena yang menarik berkaitan dengan gerakan fluida, kita harus mempertimbangkan hukum-hukum dasar yang mengatur gerakan partikel-partikel fluida. Kita akan memperoleh persamaan Bernoulli yang terkenal dan menerapkannya pada berbagai aliran. Meskipun persamaan ini merupakan salah satu yang tertua dalam mekanika fluida dan asumsi yang digunakan dalam menurunkannya sangat banyak, persamaan tersebut dapat secara efektif digunakan untuk memperkirakan dan menganalisis berbagai situasi aliran. Namun, jika persamaan itu diterapkan tanpa memperhatikan dengan tepat keterbatasannya, kesalahan yang serius dapat terjadi. Bahkan persamaan Bernoulli ini dijuluki sebagai "persamaan yang paling banyak digunakan dan paling banyak disalahgunakan dalam mekanika fluida".

1.2    1  1        Uraian

Sekarang kita siap untuk membahas gerakan fluida. Aliran fluida secara ekstrim bisa menjadi kompleks, seperti diperlihatkan pada laju arus sungai dan pusaran api pada obor.  Pola yang ditempuh sebuah partikel dalam aliran fluida disebut garis alir (flow line). Jika seluruh pola aliran tidak berubah terhadap waktu, aliran disebut aliran tunak (steady state). Dalam aliran tunak setiap elemen yang melalui titik tertentu akan mengikuti pola yang sama. Dalam kasus ini “peta" laju aliran fluida pada berbagai titik dalam ruangan cenderung konstan, meskipun masing-masing partikel dapat berubah baik dalam besar maupun arah selama gerakannya. Garis arus (streamline) adalah kurva di mana garis singgungnya pada setiap titik adalah arah dari laju fluida pada titik tersebut. Ketika pola aliran berubah terhadap waktu, garis arus tidak akan bertabrakan dengan garis aliran. Kita hanya akan membahas keadaan aliran tunak di mana garis aliran dan garis arus identik.
Garis aliran yang melalui sudut elemen luas imajiner, seperti luas A dalam Gambar 4-1, membentuk tabung yang disebut tabung alir (flow tube). Dari delinisi garis aliran dalam aliran tunak tidak ada fluida yang dapat melalui sisi dinding tabung aliran; fluida dalam tabung aliran yang berbeda tidak dapat bercampur.



Gambar 41. Tabung alir dibatasi oleh garis alir. Dalam aliran tunak 
  fluida tidak dapat melewati dinding tabung alir.

Gambar 4-2 memperlihatkan pola aliran fluida dari kiri ke kanan melalui sejumlah rintangan dan dalam saluran yang berbeda-beda penampangnya. Foto dibuat dengan memasukkan tinta (pewama) ke dalam aliran air di dalam ruang antara dua pelat gelas yang berdekatan. Pola-pola ini merupakan jenis-jenis aliran laminer (laminar flow), di mana lapisan fluida yang terhalang mengalir lembut melaluinya dengan tunak. (Lamina adalah lapisan tipis). Pada laju aliran yang cukup tinggi, atau ketika permukaan batas menyebabkan perubahan laju yang mendadak, aliran dapat menjadi tidak teratur dan kacau. Ini disebut  aliran turbulen (turbulent flow). Dalam aliran turbulen tidak terdapat pola keadaan tunak, pola aliran berubah secara kontinu.

Gambar 42. Aliran melalui saluran dengan luas penampang bervariasi

1.1.1   Energi Fluida Mengalir

Dalam proses mengalirnya, fluida memiliki beberapa jenis energi, yaitu : energi potensial, energi kinetik, dan energi tekanan.
Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh fluida secara khayal akibat posisinya terhadap titik referensi. 
Jika fluida dengan massa m berada z meter di atas suatu titik acuan, maka energi potensial partikel cairan adalah :
                                                  (41)
Energi kinetik adalah energi yg dimiliki oleh fluida, secara khayal akibat gerakan atau kecepatan fluida tersebut. Selanjutnya jika fluida dengan massa m mengalir dengan kecepatan rata-rata V m/s, maka energi kinetik fluida adalah:
                                              (42)
Sedangkan energi tekanan adalah energi yang dimiliki oleh sebuah fluida, secara khayal akibat tekanannya.  Jika fluida dengan tekanan p, maka energi tekanan dari fluida adalah:
                                                                 (43)

1.1.1   Persamaan Kontinuitas

Massa fluida yang bergerak tidak berubah ketika mengalir. Fakta ini membimbing kita pada hubungan kuantitatif penting yang disebut persamaan kontinuitas (continuity equation). Perhatikan bagian tabung aliran antara dua penampang lintang stasioner dengan luas A1, dan A2 (Gambar 4-3). Laju fluida pada bagian ini berturut-turut adalah v1 dan v2. Tidak ada aliran fluida yang masuk atau keluar tabung karena laju fluida pada setiap titik pada dinding tabung adalah tangen terhadap dinding. Selama selang waktu yang kecil dt fluida pada A1 bergerak sejauh v1dt dan volume dV1=A1v1dt mengalir ke dalam tabung melalui A1. Selama selang yang sama ini, sebuah silinder dengan volume dV2, = A2v2dt  mengalir keluar dari tabung melalui A2.

1.1.1   Persamaan Bernoulli 

Berdasarkan persamaan kontinuitas, laju aliran fluida dapat berubah-ubah sepanjang jalur fluida. Tekanan juga dapat berubah-ubah; tergantung pada ketinggian seperti pada keadaan statis, dan juga tergantung pada laju aliran. Kita bisa mendapatkan hubungan penting yang disebut persamaan Bernoulli yang menghubungkan tekanan, laju aliran, dan ketinggian untuk aliran, fluida inkompresibel yang ideal. Persamaan Bernoulli merupakan alat pokok dalam menganalisis sistem perpipaan, stasiun pembangkit listrik tenaga air, dan penerbangan pesawat.
Ketergantungan tekanan pada laju mengikuti persamaan kontinuitas. Ketika fluida inkompresibel mengalir sepanjang tabung alir dengan penampang yang berubah-ubah, lajunya pasti berubah dan karena itu elemen dari fluida memiliki percepatan.
Untuk menurunkan persamaan Bemoulli, kita terapkan teorema kerja (usaha)-energi pada fluida dalam daerah tabung alir. Dalam Gambar 4-4 kita perhatikan elemen fluida yang pada keadaan mula-mula terletak di antara dua penampang a dan c. Laju pada ujung yang lebih rendah dan ujung yang lebih tinggi masing-masing adalah v1 dan v2. Dalam selang waktu yang sempit dt fluida yang awalnya berada pada a bergerak ke b, sejauh ds1 = v1dt, dan fluida yang mula-mula berada di c bergerak ke d sejauh ds2 = v2dt. Luas penampang melintang pada kedua ujung adalah A1 dan A2, seperti pada gambar. Fluida adalah inkompresibel; karena itu dengan persamaan kontinuitas, volume fluida dV yang melalui setiap penampang melintang sepanjang waktu dt adalah sama, yaitu :   dV= A1ds1= A1ds2.


Gambar 44. Gaya total yang bekerja pada elemen fluida akibat tekanan fluida.
Mari kita hitung kerja yang dilakukan pada elemen fluida selama dt. Tekanan pada kedua ujung adalah p1 dan p2: gaya pada penampang di a adalah p1A1, dan gaya pada c adalah p2A2. Gaya total dW yang dilakukan pada elemen oleh fluida di sekelilingnya selama perpindahan ini adalah :
                  (45)
Suku kedua memiliki tanda negatif karena gaya pada c berlawanan dengan arah perpindahan fluida.
Kerja dW adalah akibat gaya-gaya selain gaya konservatif gravitasi, sehingga besarnya sama dengan perubahan energi mekanik total (energi kinetik ditambah energi potensial gravitasi) yang berasosiasi dengan elemen fluida. Energi mekanik untuk fluida antara penampang b dan c tidak berubah. Pada awal dt fluida antara a dan b memiliki volume A1ds1, massa rA1ds1, dan energi kinetik ½r(A1ds1)v12. Pada ujung dt, fluida di antara c dan d memiliki energi kinetik ½r(A2ds2)v22. Perubahan total energi kinerik dK selama waktu dt adalah :
                               (46)
Bagaimana dengan perubahan energi potensial gravitasi ? Pada awal dt, energi potensial untuk massa antara a dan b adalah dm gy1 = r dVgy1. Pada akhir dt, energi potensial untuk massa antara c dan d adalah dm gy2 = r dVgy2. Perubahan energi potensial total dU sepanjang dt adalah
                                  (47)
Dengan menggabungkan Persamaan (4.5), (4.6), dan (4.7) dalam persamaan energi dW = dK + dU didapatkan:

                (48)
Ini adalah persamaan Bernoulli (Bernoulli's equation), yang menyatakan balwa kerja yang dilakukan pada satu satuan volume fluida oleh fluida sekitamya adalah sama dengan jumlah perubahan energi kinetik dan energi potensial tiap satuan volume yang terjadi selama aliran. Kita juga dapat menginterpretasikan Persamaan (14-20) dalam furgsi tekanan. Suku pertama pada bagian kanan adalah selisih tekanan yang diasosiasikan dengan perubahan laju fluida. Suku kedua pada bagian kanan adalah penambahan perbedaan tekanan yang disebabkan oleh berat fluida dan perbedaan ketinggian kedua ujung. Kita juga dapat menuliskan Persamaan (4.8) dalam bentuk yang lebih meyakinkan sebagai berikut :
Subskrip 1 dan 2 mengacu pada sebarang titik sepanjang tabung aliran, sehingga kita juga dapat menulis:
                       (49)
Catat bahwa ketika fluida tidak bergerak (sehingga v1 = v2 = 0), Persamaan (4.9) berubah menjadi hubungan tekanan yang kita turunkan untuk fluida pada keadaan diam, Persamaan (4.5).
Perlu diperhatikan bahwa persamaan Bernoulli hanya tepat digunakan untuk dengan asumsi fluida inkompresibel, aliran fluida tunak, efek viskous diabaikan (tanpa gesekan) serta hanya dapat diterapkan sepanjang sebuah garis-arus. Persamaan Bernoulli adalah persamaan sederhana yang mudah untuk digunakan jangan sampai terpancing untuk menggunakan persamaan ini pada keadaan yang tidak tepat. 

CONTOH PENGGUNAAN ILMU ALIRAN FLUIDA PADA INDUSTRI OIL&GAS YANG DIKONVERSIKAN KE DALAM KILOGRAM ( FLOWMETER)